Kamis, 29 Desember 2011

LARANGAN MENGUCAPKAN SELAMAT ATAS HARI RAYA DAN HARI SUCI ORANG KAFIR

            Pada dasarnya, Islam telah melarang kaum Muslim melibatkan diri dalam perayaan hari raya orang-orang kafir, apapun bentuknya.   Melibatkan diri di sini mencakup aktivitas; mengucapkan selamat, hadir di jalan-jalan untuk menyaksikan atau melihat perayaan orang kafir, mengirim kartu selamat, dan lain sebagainya.  Sedangkan perayaan hari raya orang kafir di sini mencakup seluruh perayaan hari raya, perayaan orang suci mereka, dan semua hal yang berkaitan dengan hari perayaan orang-orang kafir (musyrik maupun ahlul kitab).

TASHAWWUF: APA DAN BAGAIMANA SIKAP KITA?

Falsafah Tentang Eksistensi dan Hakekat Hidup
            Abu al-Wafaa’ al-Taftazaniy berkata:

التصوّف بوجه عامّ فلسفة حياة، وطريقة معيّنة في السلوك، يتّخذهما الإنسان لتحقيق كماله الأخلاقي، والاتصال بمبدأ أسمى، وعرفانه بالحقيقة، وتحقيق سعادته الروحيّة. والتصوّف مشترك بين ديانات وفلسفات وحضارات متباينة في عصور مختلفة
“Tashawwuf secara umum adalah falsafah hidup dan jalan tertentu dalam perilaku yang keduanya diambil manusia untuk merealisasikan kesempurnaan pekerti (al-kamaal al-akhlaqiy), meraih idealism, pencapaian hakekat, dan untuk mewujudkan kebahagiaan ruuhiyyah.  Tashawwuf tersebar luas di berbagai macam agama, filsafat, dan peradaban di berbagai kurun sejarah”.[Abu al-Wafaa al-Taftazaniy, al-Mausu’ah al-Falsafiyyah al-‘Arabiyyah, Ma’had al-Imaa’ al-‘Arabiy, Beirut, Cetakan Pertama (1986), juz 1, hal. 73; bab “at-tashawwuf”]